success is a journey not a destination

Sabtu, 11 Oktober 2008

Bersyukur

Kulihat langit mulai mendung, seperti suasana yang menggayutiku. Berharap hujan mulai turun menghapuskan kelabu dari wajahku. Hari ini untuk kesekian kalinya aku harus berhadapan dengan diagnosa dokter yang kesekian. Aku selalu berharap bahwa itu salah. Siapa tahu dengan dokter yang lain akan berbeda hasilnya. Aku tidak sanggup harus mengatakannya pada orang tuaku. Sudah cukup banyak beban yang harus mereka tanggung. Tidak! Mereka tidak boleh menanggung beban bahwa putri mereka terkena penyakit yang mungkin mampu merenggut nyawanya.
Apa yang harus kulakukan Tuhan? Sambil terus meminta petunjuk-Nya aku berjalan pulang. Untunglah aku masih harus kuliah sehingga aku tidak serumah dengan mereka. Apalagi jarak surabaya-yogya cukup jauh. Aku tahu aku harus menyampaikan kabar itu pada mereka. Tapi aku hanya ingin menunda kabar itu. Karena aku berharap bahwa nyawaku tidak begitu saja hilang begitu cepat tanpa berusaha. Setidaknya tundalah hingga 2 tahun, hingga waktu kelulusanku. 99 % kasus kegagalan terjadi pada orang-orang yang terbiasa membuat ALASAN. Bukan karena segalanya sulit sehingga kita tidak berani justru karena kita tidak beranilah maka segalanya menjadi sulit.
Dalam kehidupan kamu tak selalu mendapatkan apa yang kamu sukai, oleh karena itu kamu wajib untuk mensyukuri apapun yang akan kamu dapatkan. Karena itu semuanya adalah pemberian dari Allah. Di saat-saat terakhirku aku tidak mau melakukan suatu kesalahan yang akan membuat Allah dan orang-orang di sekitarku membenciku. Entah ini waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini. Jika aku melakukan satu hal yang buruk maka aku harus mengganti dengan 10 kali hal yang baik. Itulah caraku menjalani kehidupanku kini. 8 hal yang harus aku ingat selama sisa waktuku adalah (aku pernah menerima email seperti ini sebelumnya tapi baru kusadari sekarang maknanya):
Orang kerap kali tak bernalar, tak logis, dan egois. Biarlah begitu, maafkanlah mereka.
Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif yang egois.Biar begitu, tetaplah bersikap baik.
Bila engkau mendapat sukses, engkau bakal pula mendapat teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati.Biar begitu, tetaplah meraih sukses.
Bila engkau jujur dan berterus terang, orang mungkin akan menipumu.Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang.
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam.Biar begitu, tetaplah membangun.
Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri.Biar begitu, tetaplah berbahagia.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, sering bakal dilupkan orang keesokan harinya.Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan.
Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup.Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik.
Jika nanti waktuku tiba aku sudah membahagiakan banyak orang. Bagiku itu sudah cukup. Aku tidak ingin menyalahkan nasib, aku tidak ingin tenggelam dalam kubangan lumpur kebencian dan penyesalan. Aku tidak mau lagi mengecap kesalahan orang karena belum tentu diri ini bebas dari dosa. Karena yang tahu kadar keimanan, dosa dan pahala hanya Allah semata. Tidak ada yang lain. Aku tidak ingin berdebat untuk hal yang tidak perlu yang hanya akan menimbulkan pertengkaran dengan sesama. Karena hanya lebih banyak mendatangkan celaka daripada manfaat. Kini semua kuserahkan pada Yang Kuasa. Kesedihan biarlah kupendam sendiri. Layunya daun biar kualami sendiri. Biarlah sekelilingku merasakan ceria musim semi, kicau burung, dan hangatnya mentari. Jika saatnya tiba nanti biarlah yang terkenang di hati mereka hanyalah indahnya kenangan tentang diriku. Aku akan bertahan menghadapi cobaan. Desember, 12-2006 sisa waktu yang kupunya hanya tinggal setahun. Sudahkah aku membahagiakan orang sekelilingku? Hanya itu tanya yang selalu kulantunkan dalam hati.
BUAT YANG KUSAYANGI,
JIKA KALIAN MEMBACA SURAT INI, TENTUNYA KALIAN SUDAH TAHU YANG TERJADI. BAHWA AKU SUDAH TIADA DAN KINI PERGI MENINGGALKAN KALIAN. AKU HANYA INGIN KALIAN TIDAK MENANGISI DIRIKU. AKU HANYA BERHARAP AKU SUDAH MELAKUKAN KEBAIKAN DI DUNIA INI. AYAH IBU AKU TAHU AKU TELAH BANYAK MENGECEWAKAN KALIAN. AKU TIDAK TAHU APAKAH AKU SUDAH MEMBANGGAKAN KALIAN. INGATKAH JANJIKU BAHWA AKU AKAN LULUS CEPAT DEMI KEBANGGAAN KITA SEKELUARGA, AKU TIDAK TAHU APAKAH AKU SUDAH MELAKUKAN ITU. AYAH JANGANLAH KAU MARAH PADAKU, KARENA KAU SELALU BERHARAP KAMI SEMUA MASIH ADA DI SISIMU SAAT KAU TIADA. KAU SELALU BERTARUH DENGAN IBU SIAPA YANG AKAN MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIR TERLEBIH DAHULU. TAPI SAYANG SEKALI TERNYATA MALAH AKU YANG MENANG. KUMOHON SEKALI LAGI JANGAN MENANGIS.
AKU MENCINTAI KALIAN SEMUA

Tidak ada komentar: