success is a journey not a destination

Minggu, 22 April 2012

Sebab-Sebab yang Mendorong Ghibah

1. Hendak mencairkan amarah. Disebabkan ada seseorang yang membuat sesuatu terhadap dirinya yang membuatnya marah, untuk mencairkan amarahnya maka dia pun menggunjing orang tersebut.

2. Menyesuaikan diri dengan teman-teman, menjaga keharmonisan, dan karena hendak membantu mereka. Jika mereka mengusik kehormatan seseorang, lalu dia mengingkari perbuatan mereka atau memotong perkataan mereka, tentu mereka tidak mau menerimanya dan akan menghindarinya. Karena itu dia perlu ikut-ikutan dalam perbuatan mereka dan membantu mereka demi menjaga hubungan baik dengan mereka.
3. Ingin mengangkat diri sendiri dengan cara menjelek-jelekan orang lain. Dia berkata: “Fulan itu bodoh, pemahamannya dangkal”, atau lainnya, yang dimaksudkan untuk menguatkan posisi dan kelebihan dirinya serta memperlihatkan dirinya yang seakan-akan lebih pintar dari orang yang dimaksud. Begitu pula tindakannya yang dipicu rasa dengki, dengan memuji seseorang dan menjatuhkan saingannya.
4. Untuk canda dan lelucon. Dia menyebutkan seseorang dengan maksud untuk membuat orang-orang menertawakan orang tersebut. Bahkan banyak orang yang mencari penghidupannya dengan cara ini.

اللهُ عَلَيْهِ وَإِنَّ صَاحِبَ الْغِيْبَةِ لَا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَهَا لَهُ صَاحِبُهُ
“Ghibah itu lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya: “Bagaimana ghibah lebih keras dari zina, wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya seseorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Alloh pun mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Alloh, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
 
Naudzubillah, mudah2an kita terhindar dari dosa yang begitu besar...

Tidak ada komentar: